Pluto merupakan sebuah komik asal Jepang yang fenomenal karya Naoki Urasawa danTakashi Nagasaki. Komik ini merupakan adaptasi dari komik Astro Boy karya Osamu Tezuka, terutama dalam lakon The Greatest Robot on Earth. Komik ini telah diadaptasi menjadi anime, di mana publik kini bisa menonton animenya melalui Netflix sejak tanggal 26 Oktober 2023 lalu, sebanyak 8 episode.

Berita baiknya adalah anime Pluto ini memiliki fitur dubbing berbahasa Indonesia di Netflix. Sehingga publik yang menontonnya di Netflix juga bisa menontonnya dengan dubbing Indonesia. Untuk dubbing Indonesianya sendiri studio Iyuno bertanggung jawab untuk menggarap dubbingnya, di mana Ian Saybani bertindak sebagai pengarah dialog. Berikut adalah beberapa seiyu yang ikut mendubbingnya:

Ary Wibowo sebagai Gesicht

Ian Saybani sebagai Atom

Ojay S. Surianata sebagai Profesor Ochanomizu & Paul Duncan

Adith Sidik Permana sebagai North No. 2 & Nakamura

Hanimah sebagai Istri Robby

Harjayah Hermano sebagai Inspektur Wallace & Kepala Sekte Anti Robot

Edy Rachmat sebagai Hoffman & Tenma

Jumali Jindra sebagai Brau 1589

Barkah sebagai Reinhardt, Tawashi & Scott

Abdul Aziz sebagai Brando, Adolf Haas & Becker

Mohammad Romli sebagai Herculer, Goji

Diah Sekartaji sebagai Uran

Ferry Fiesh sebagai Pluto & Darius XIV

Kamal Nasuti sebagai Epsilon & Profesor Abullah

Esti Haryani sebagai Helena

Sani Oktania sebagai Landlady

Adya Maulana sebagai Hogan

Siti Balqis sebagai Wassily

Tizar Sponsen sebagai Arnold

Pluto berkisah mengenai rentetan kasus kematian yang menimpa robot dan manusia. Adalah detektif robot Gesicht harus menyelidiki rentetan kasus tersebut. Kasus semakin kompleks ketika bukti-bukti yang ada mengarahkan bahwa pelakunya adalah robot, yang jika ini benar maka ini adalah kasus pembunuhan manusia pertama yang dilakukan oleh robot selama 8 tahun terakhir. Siapapun pelakunya, ia disebut-sebut mengincar 7 robot paling modern yang mungkin berpotensi menjadi senjata pemusnah massal. Selain itu sejumlah korban yang berasal dari manusia adalah mereka-mereka yang berhubungan dengan pendukung hak-hak robot.

Sepanjang cerita, Gesicht berjuang dengan pertanyaan yang mendalam tentang ingatan, moralitas, dan sifat kemanusiaan. Ia menghadapi kebencian dan prasangka yang ada antara manusia dan robot saat berusaha mempertahankan koeksistensi rapuh antara keduanya. Cerita dalam Pluto mengeksplorasi tema-tema kehilangan, pengorbanan, dan kompleksitas hubungan manusia dan mesin.

Komiknya sendiri sudah diterbitkan di Indonesia oleh penerbit Elex Media melalui imprint Level Comics.